Peringatan dari Bongbong: Filipina Tak Akan Bisa Menghindari Perang China-Taiwan

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

timesumsel, manila. – Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. kembali memperingatkan bahwa negaranya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan jika konflik bersenjata antara China dan Taiwan pecah. Dalam pernyataan terbarunya, ia menegaskan bahwa Filipina hampir pasti akan terseret ke dalam konflik, meski tidak menginginkannya.

“Jika ada perang berkecamuk di dekat kita, apa yang harus kita lakukan? Kita tak bisa menghindarinya,” ujar Marcos dalam konferensi pers, Senin (11/8), seperti dikutip AFP.

Letak geografis Filipina—berdekatan langsung dengan Taiwan—membuat negara itu rentan terkena dampak eskalasi militer di kawasan. Marcos menyebut bahwa posisi ini memaksa Filipina untuk mengambil langkah-langkah antisipatif dan strategis, meskipun dalam hati enggan terlibat.

“Mau tidak mau, meskipun kita sangat ingin menghindari konfrontasi, perang atas Taiwan akan menyeret Filipina—dengan enggan dan marah—ke dalam konflik tersebut,” tambahnya.

Pernyataan ini bukan kali pertama dilontarkan Marcos. Saat kunjungan kenegaraan ke India beberapa waktu lalu, ia juga menyampaikan kepada media FirstPost bahwa Filipina “tidak mungkin bisa menghindar” dari dampak perang karena faktor geografis semata.

Namun, komentar terbuka itu memicu kemarahan China. Kementerian Luar Negeri Tiongkok segera melayangkan nota diplomatik ke Manila, menuduh Filipina “bermain api” dan mengganggu stabilitas kawasan.

Ketegangan antara Manila dan Beijing memang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena perselisihan wilayah di Laut China Selatan. China mengklaim hampir seluruh perairan tersebut, meskipun Mahkamah Arbitrase Internasional telah menyatakan klaim itu tidak sah secara hukum.

Di sisi lain, sejak menjabat pada 2022, Marcos telah mempererat hubungan dengan Amerika Serikat, termasuk memperkuat perjanjian pertahanan kedua negara. Langkah ini dipandang sebagai upaya Filipina untuk menyeimbangkan pengaruh China yang kian agresif di kawasan Asia-Pasifik.

Kini, dengan ketegangan di Selat Taiwan terus meningkat, Filipina dihadapkan pada dilema strategis: menghindari konflik atau bersiap menghadapi konsekuensi dari ketidakpastian geopolitik yang kian mendekat ke perbatasannya.*

Penulis : aa

Editor : aa

Berita Terkait

Sekutu AS Australia Mau Akui Negara Palestina, Netanyahu Semakin Sewot
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order

Berita Terkait

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:41 WIB

Sekutu AS Australia Mau Akui Negara Palestina, Netanyahu Semakin Sewot

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:35 WIB

Peringatan dari Bongbong: Filipina Tak Akan Bisa Menghindari Perang China-Taiwan

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Berita Terbaru

Nasional

Kementerian Agama Siapkan Eselon I Khusus Pesantren

Selasa, 23 Sep 2025 - 15:53 WIB